TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK

Dunia bisnis saat ini menjadi semakin dinamis. Perubahan dan pasang surut menjadi hal yang lumrah ketika menjalani suatu bisnis, bahkan untuk masa-masa mendatang. Berangkat dari semakin dinamisnya dunia usaha, suatu perusahaan dituntut untuk mempunyai tata kelola yang baik atau yang biasa disebut good corporate governance (GCG).

Melansir dari investopedia.com, GCG merujuk pada seperangkat aturan, praktik, dan proses pengendalian perusahaan dengan melibatkan penyeimbangan kepentingan pemangku perusahaan, seperti pemegang saham, manajemen, konsumen, pemasok, pemodal, pemerintah, dan masyarakat.

Hal tersebut penting untuk diterapkan guna menjamin kesehatan dari perusahaan atau bisnis yang sedang berjalan. Bagaimanapun, suatu perusahaan atau korporasi dikatakan mempunyai tata kelola yang baik jika setiap proses pengungkapan dan transparansi dipatuhi.

Dengan demikian, informasi yang diberikan kepada regulator, pemegang saham, dan masyarakat umum  tepat dan akurat, baik dalam aspek keuangan, operasional, maupun aspek lainnya.

Prinsip dalam GCG

Untuk dapat dikatakan sebagai perusahaan dengan tata kelola yang baik, ada beberapa prinsip utama yang perlu diperhatikan. Tentu saja, prinsip-prinsip yang akan dijelaskan di bahwa ini akan menyelematkan suatu perusahaan dari perselisihan yang timbul antara pemimpin perusahaan dengan pemangku kepentingan lainnya.

1. Keadilan

Prinsip keadilan menjadi poin penting untuk dapat mewujudkan GCG. Keadilan terhadap pemegang saham bertujuan untuk melindungi hak seluruh pemegang saham dalam perusahaan yang bersangkutan, termasuk bagi pemegang saham minoritas dan asing.

Keadilan yang dimaksud ialah bahwa setiap pemegang saham mempunya porsi yang sama dalam menyuarakan keluhan dan saran. Selain itu, keadilan juga penting diterapkan dalam pemenuhan hak atas informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu.

2. Transparansi

Prinsip yang tak kalah pentig dalam GCG, yaitu transparansi. Setidaknya ada dua keutamaan transparansi dalam GCG. Pertama, transparansi akan membuat direktur dan dewan perusahaan bertanggung jawab atas setiap keputusan dan kesalahan yang mereka ambil. Kedua, transparansi akan menguatkan kepercayaan pemegang saham terhadap perusahaan, baik dalam hal pengelolaan perusahaan maupun pengembalian investasi yang akan menjadi lebih baik.

3. Akuntabilitas

Dewan perusahaan sebagai pemangku kepentingan langsung utama mempunyai pengaruh besar terhadap tata kelola perusahaan. Keputusan-keputusan penting seperti penunjukan anggota pengurus, kebijakan dividen, dan anggaran belanja perusahaan lahir dari para dewan.

Adapun keputusan tersebut mewakili para pemegang saham perusahaan. Meskipun begitu, tanggung jawab secara penuh tetap diemban oleh anggota dewan. Dalam penerapan GCG, dewan perusahaan mempunyai tanggung jawab atas setiap transaksi, aktivitas, keputusan, dan keefektivan kinerja perusahaan.

Tata kelola perusahaan yang baik vs yang buruk

Skandal yang sempat menyeret perusahaan produsen mobil ternama di AS, Volkswagen AG di tahun 2005 silam menjadi salah satu contoh dari perusahaan dengan tata kelola yang buruk. Skandal yang terjadi saat itu dimulai ketika para pemegang saham mulai meragukan integritas perusahaan dalam melakukan uji emis mesin di Eropa dan Amerika.

Keraguan tersebut berdampak negatif bagi perusahaan, salah satunya terlihat melalui jatuhnya harga saham hingga hampir mencapai setengah dari harga sebelumnya.

Hal semacam itu tentu tidak akan terjadi apabila menerapkan prinsip GCG. Karena pada dasarnya, mayoritas pemegang saham tidak menghendaki perusahaannya hanya mengambil untung, tetapi perlu juga mencipatakan lingkungan, perliaku etis, dan praktik tata kelola yang sehat. 

Keuntungan Good Corporate Governance untuk Perusahaan

Pedoman Umum GCG Indonesia tahun 2006  menjadi acuan bagi perusahaan umum untuk melaksanakan GCG. Secara umum, terdapat sejumlah keuntungan dari pelaksanaan GCG di perusahaan, yaitu:

  1. Mendorong tercapainya kesinambungan perusahaan melalui pengelolaan yang didasarkan pada 5 asas GCG
  2. Membuat organ perusahaan yang terdiri dari dewan komisaris, direksi dan rapat umum pemegang saham dapat berfungsi secara berdaya, optimal dan mandiri
  3. Mempertinggi nilai moral di dalam perusahaan karena dapat mendorong pemegang saham, anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi agar dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakannya, karena terdapat kewajiban untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan.
  4. Menumbuhkan dan mendorong munculnya kesadaran dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat
  5. Mendorong upaya menjaga kelestarian lingkungan terutama di sekitar lokasi operasional perusahaan. Termasuk upaya dalam menumbuhkan masyarakat sekitar lokasi.
  6. Mengoptimalkan nilai perusahaan bagi pemegang saham dengan tetap memperhatikan pemangku kepentingan lainnya.
  7. Meningkatkan daya saing perusahaan secara nasional maupun internasional, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar yang dapat meningkatkan kesempatan masuknya arus investasi

ETIKA BISNIS

Dalam dunia bisnis, etika sangat diperlukan untuk mengelola dan menjalankan sebuah bisnis. Dengan etika yang baik, secara otomatis bisnis akan lebih mudah berkembang. Lalu apa itu etika bisnis? Etika bisnis merupakan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, dan juga masyarakat.

Pengertian Etika Bisnis

Hill dan Jones

Etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar. Di mana hal tersebut dapat memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.

Velasques

Studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.

Yosephus

Etika Bisnis secara hakiki merupakan Applied Ethics (etika terapan). Di sini, etika bisnis merupakan wilayah penerapan prinsip-prinsip moral umum pada wilayah tindak manusia di bidang ekonomi, khususnya bisnis. Jadi, secara hakiki sasaran etika bisnis adalah perilaku moral pebisnis yang berkegiatan ekonomi

Steade Et Al

Etika bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat keputusan bisnis.

Tujuan Etika Bisnis

Etika bisnis sangat dibutuhkan oleh semua pengusaha baru maupun pengusaha yang sudah lama terjun di dunia bisnis. Tujuan etika bisnis bagi pengusaha adalah untuk mendorong kesadaran moral dan memberikan batasan-batasan bagi para pengusaha atau pelaku bisnis untuk menjalankan good business dan tidak melakukan monkey business atau dirty business. Di mana, hal itu dapat merugikan banyak pihak yang terkait.

Dengan etika bisnis, para pelaku bisnis memiliki aturan yang dapat mengarahkan mereka dalam mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang baik, sehingga dapat diikuti oleh semua orang yang memercayai bahwa bisnis tersebut memiliki etika yang baik. Memiliki etika bisnis juga dapat menghindari citra buruk seperti penipuan, serta cara kotor dan licik. Bisnis yang memiliki etika baik biasanya tidak akan pernah merugikan bisnis lain, tidak melanggar aturan hukum yang berlaku, tidak membuat suasana yang tidak kondusif pada saingan bisnisnya, dan memiliki izin usaha yang sah.

Contoh Etika Bisnis

Menyebutkan Nama

Pengusaha yang mengerti etika bisnis, biasanya akan menyebutkan nama secara lengkap ketika bertemu dengan orang baru. Hal ini penting dilakukan untuk menunjukkan bahwa Anda memiliki etika yang baik. Namun, jika nama Anda terlalu panjang untuk diucapkan, Anda dapat menyingkatnya sedikit.

Berdiri Saat Berkenalan

Selain menunjukkan kesopanan, berdiri saat memperkenalkan diri juga mempertegas kehadiran Anda. Namun, jika kondisinya tidak memungkinkan untuk berdiri, Anda dapat sedikit membungkuk. Dengan begitu, rekan bisnis akan melihat bahwa Anda adalah orang memiliki nilai positif dan memiliki citra baik.

Ucapkan Terima Kasih

Ketika Anda menghadiri suatu acara bisnis jangan pernah lupa untuk mengucapkan terima kasih, misalnya “terima kasih sudah datang”. Namun, jangan pernah ucapkan kata tersebut secara berlebihan. Dengan mengucapkan terima kasih secara berlebih, rekan kerja akan memandang bahwa Anda sangat membutuhkan bantuan dari mereka. Dan setelah pertemuan selesai, ada baiknya untuk mengirimkan pesan dan mengucapkan terima kasih melalui email.

Bayar Tagihan Ketika Mengundang

Terkadang pertemuan bisnis dilakukan di luar kantor, misalnya di sebuah kafe, restoran, dan lain sebagainya. Sebagai tuan rumah yang mengundang pertemuan, ada baiknya membayar tagihan tersebut. Jika rekan bisnis menolak karena alasan dia laki-laki dan Anda perempuan, Anda tetap harus membayarnya dan katakan bahwa perusahaan akan menggantinya.

Itulah pengertian, tujuan, dan contoh etika bisnis yang harus dimiliki. Dengan memiliki etika bisnis yang baik, perusahaan akan memiliki daya saing yang tinggi hingga memiliki kemampuan dalam menciptakan nilai. Untuk menciptakan etika bisnis, Anda harus memulainya dengan perencanaan yang strategis, organisasi yang baik, dan sistem prosedur yang transparan.